7 hal yang harus Anda ketahui sebelum berinvestasi di reksa dana

  1. Dasar Peraturan Mengenai Reksa Dana

UU No. 8 Tahun 1995 sebagai Dasar Hukum Reksa Dana

Reksa dana diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27 yang menyatakan bahwa “Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.”

  1. Profil Risiko

Sebelum memulai investasi nasabah disarankan untuk mengisi kuisioner risk profile yang bertujuan untuk melihat tingkat risiko kita dalam berinvestasi reksa dana. Umumnya tingkat risiko dibagi menjadi 3 bagian: Conservative, Balanced, dan Aggressive.

  1. Tujuan Investasi Reksa Dana

Selain risk profile, Anda juga harus memiliki tujuan investasi yang jelas, karena sangat erat hubungannya dengan jangka waktu investasi. Misalnya, untuk persiapan dana pendidikan anak, Anda perlu memperhitungkan berapa usia anak sekarang sampai nanti akan kuliah di perguruan tinggi.

  1. Fungsi Manajer Investasi dan Bank Kustodian

Reksa dana merupakan produk investasi yang di kelola manajer investasi bersama bank kustodian yang berperan sebagai penampung investasinya. Dalam mengelola dana yang berasal dari nasabah, manajer investasi akan menempatkan dana yang terkumpul dari nasabah ke dalam portofolio efek, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan saham. Sementara itu, bank kustodian akan bertugas untuk menyimpan dan menyelesaikan transaksi administrasi reksa dana tersebut.

  1. Prospektus

Prospektus reksa dana adalah dokumen yang berisi catatan lengkap reksa dana mulai dari Informasi mengenai manajer investasi, siapa yang mengelola Reksa Dana tersebut, strategi alokasi produk, hingga informasi mengenai faktor risiko dan sebagainya.

  1. Fund Fact Sheet (FFS)

Manajer investasi pada umumnya akan menerbitkan FFS disetiap bulan. FFS merupakan keterbukaan informasi oleh manajer investasi terkait produk reksa dana yang dikelola. Nasabah dapat menemukan berbagai macam informasi terkait produk investasi, salah satunya adalah kinerja produk reksa dana dari bulan ke bulan, Year-To-Date, satu tahun, hingga lima tahun. 

  1. Kemampuan Nasabah

Satu hal tidak kalah penting sebelum memulai investasi di reksa dana, nasabah harus mempertimbangkan perhitungan cash flow yang ada, sebab investasi reksa dana secara berkala dalam periode jangka panjang merupakan kunci sukses berinvestasi. Untuk mencapai hasil investasi yang optimal, pengelolaan arus kas bulanan sangatlah penting.