Reksa Dana Saham Syailendra Capital Unggul Melewati 2 Kali Tahun Politik

alphas | April 26, 2019

Reksa dana saham dari Syailendra Capital, yaitu Syailendra Equity Opportunity Fund (SEOF) telah unggul melewati 2 kali siklus tahun politik. Anugerah Reksa Dana Saham Terbaik pun diraih pada Best Mutual Fund Awards yang diadakan oleh Majalah Investor dan Infovesta pada bulan Maret 2019 lalu. Kategori yang dimenangkan adalah periode 10 tahun dengan aset 500 miliar – 1 triliun.

Bernard Setyadi dari Syailendra Capital selaku Fund Manager dari reksa dana ini pun membeberkan rahasia mengapa SEOF bisa memberikan return sebesar 307% selama 10 tahun dari tahun 2007 hingga 2018. Jumlah ini tentu jauh melampaui pertumbuhan IHSG yang mencapai 196%.

“SEOF selalu berusaha untuk fokus pada analisa bottom up (per saham) sehingga tim investasi dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam mengenai perusahaan yang diinvestasikan. Selain itu, SEOF wajib memperhatikan resiko investasi dengan terukur dan diawasi ketat. Resiko yang terukur sangat penting untuk melindungi imbal hasil nasabah ketika ada kondisi yang tidak terduga terjadi, seperti misalnya krisis yang disebabkan oleh faktor external.“

Menurut analisis Bernard, IHSG selalu membukukan return positif berdasarkan data historis di 3 pemilu sebelumnya. Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang akan lebih condong ke hal-hal yang positif sehingga laju perkonomian juga lebih baik di tahun-tahun tersebut. Dengan demikian, berbagai macam isu yang dihembuskan di tahun 2019 ini tidak terlalu mempengaruhi laju investasi karena porosnya masih pada kebijakan pemerintah.

Mengenai detail waktu untuk memulai berinvestasi di tahun politik tidak banyak berpengaruh, karena investasi mengacu ke imbal hasil jangka panjang. Bernard Setyadi menyampaikan, “Tidak ada yang pernah tahu dengan pasti kapan indeks akan terkoreksi ataupun rally, oleh karena itu investor sebaiknya masuk secepatnya dan bertahap mulai menambah posisi ketika market terkoreksi. Buy (more) in bad times, sell (more) in good times.

Walaupun pengumuman presiden terpilih dapat menentukan market dengan drastis seperti di beberapa negara, namun perlahan-lahan market pasti akan menyesuaikan dengan kondisi fundamentalnya. Jika terkoreksi justru bagus, karena berarti menjadi kesempatan bagi investor untuk berinvestasi lagi untuk keuntungan jangka panjang.

Bernard menyarankan para investor pemula agar tak perlu khawatir saat menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai investasi. Pada dasarnya, faktor yang mempengaruhi volatilitas pun banyak, apalagi jika membahas faktor external yang kemungkinannya bisa hampir tidak terhingga. Faktor dari internal suatu negara juga sangat banyak dari valuasi, nilai tukar, inflasi, kondisi politik, dan lain sebagainya. Dalam banyak kasus, penyebab naik atau turunnya harga pun baru bisa dijelaskan beberapa bulan setelah market menjadi bearish atau bullish. “Pada akhirnya, kenaikan atau turunnya harga dikarenakan sifat dasar manusia itu sendiri, yakni greed and fear.” pungkas Bernard menutup wawancara.