ABOUT US


Syailendra Capital didirikan pada tahun 2006 oleh tiga orang profesional dengan pengalaman dan keahlian berdekade dalam pasar modal Indonesia. Tujuan kami sederhana: Menjadi perusahaan manajer investasi lokal terbaik yang menyediakan solusi investasi bernilai tambah bagi para klien. Syailendra Capital mendapatkan lisensi pengelolaan dana pada November 2006, dan  mulai beroperasi pada Januari 2007. Pada bulan yang sama, produk Syailendra Opti Growth Fund (SOGF)  diluncurkan dan dalam bentuk pengelolaan penuh, di penutupan akhir menghimpun Rp. 102,5 milyar (USD 11,4 juta). SOGF bukan sekedar produk reksa dana pertama kami, tapi juga merupakan jenis paling pertama di Indonesia ; dengan fleksibilitas unik yang memungkinkan para investor untuk berpindah dari satu jenis aset ke yang lainnya, dan meningkatkan investasi hingga 100% di pasar yang sedang positif berkembang.

Syailendra Capital tidak berafiliasi dengan grup bisnis besar manapun di Indonesia, dan independensi ini memberikan kami keunggulan besar dari segi kompetitif. Independensi memastikan keputusan para investor kami dibuat tanpa adanya konflik kepentingan, sehingga memungkinkan kami untuk menyediakan keuntungan superior bagi para klien.

For more information, visit :

Kinerja manajer investasi secara terus menerus dimonitor oleh para klien maupun staf, dan kinerja yang menurun hanya ditoleransi dalam jangka waktu sangat singkat. Tentunya, godaan mengalihkan investasi dan mengikuti arus investasi orang lain akan sulit dilawan. Akan tetapi, pada kenyataannya, semakin anda khawatir dengan para kompetitor, kinerja anda akan semakin buruk.

Kami telah belajar dari pengalaman untuk menyederhanakan fokus kami dalam permainan ini, dan bertujuan memberikan hasil terbaik bagi anda. Dalam keseharian proses pembuatan keputusan investasi, kami tidak menjadikan indeks pasar sebagai tolak ukur perusahaan kami. Berseberangan dengan kebiasan pada umumnya, kami tidak pernah terdorong untuk memiliki saham tertentu dalam portofolio kami hanya karena mereka memiliki unsur – unsur signifikan dari indeks tolak ukur. Apabila kami membeli saham mereka, itu karena kami sangat meyakini prinsip, prospek perkembangan, dan potensi kenaikan harga pasar mereka.

Pendekatan multistrategi

Cara kami berinvestasi merupakan perpaduan nilai, pertumbuhan, dan event-driven strategies, dengan tetap mengutamakan nilai. Kami menyukai membeli saham-saham yang berada dalam kondisi-kondisi putarbalik, di bawah harga dan kurang digemari setelah kami mengindentifikasi apa saja katalis  yang dapat membuka nilai sesungguhnya dari saham-saham tersebut. Ini, kami yakini, adalah cara mendapatkan kombinasi kuat antara penilaian kembali (re-rating) dan pertumbuhan untuk menghasilkan keuntungan investasi di atas rata-rata.

Kami adalah fundamentalis

Kami tidak menganut analisis teknis selain dari fakta bahwa itu dapat membantu kami mengatur waktu masuk dan keluarnya saham. Proses pemilihan saham kami berasal dari penelitian mendalam dan didorong dengan penilaian, serta dikombinasikan dengan analisis top-down yang sangat teliti. Kami menghindari gagasan-gagasan yang bersifat spekulatif, dan kami juga menghindari perusahaan-perusahaan yang manajemen serta pemegang saham pengendalinya tidak kami percaya.

Pemfokusan, daripada penganekaragaman

Kami tidak mempercayai diversifikasi berlebih. Selama pengalaman berinvestasi lebih dari dua dekade, kami telah mempelajari bahwa Anda hanya butuh menemukan sedikit gagasan-gagasan yang bagus dalam setahun untuk melakukan yang terbaik dan mengungguli sesama Anda.  Secara khusus, gagasan yang sedikit ini berkotribusi terhadap penyumbang terbesar dalam keuntungan investasi, jadi pemfokusan dengan tepat akan membuat Anda berada di posisi depan dalam kompetisi.

Dengan demikian, kecuali terbatasi oleh regulasi lokal – dalam hubungannya dengan produk reksa dana konvensional – kami secara umum mengalokasikan sekitar dua pertiga portofolio investasi kami pada apa yang kami kategorisasikan sebagai gagasan keyakinan atau conviction ideas (sekitar 4-5 saham) dan gagasan keseimbangan perdagangan (kemungkinan 5-15 saham). Di bawah investasi utama, kami akan secara aktif memperdagangkan 20-30% untuk meningkatkan kinerja portofolio.

Pemilihan saham – kunci kinerja yang baik

Kata-kata terakhir tentang filosofi investasi kami: berinvestasi bukanlah ilmu fisika yang rumit. Tidak ada satu formula pasti yang akan memastikan kesuksesan berinvestasi. Anda dapat menerapkan teknik ilmiah dan lindung nilai untuk membatasi risiko yang buruk. Akan tetapi, pada ujungnya, semua akan kembali ke hal-hal mendasar. Seperti yang Warren Buffet katakan, “Jika bisnis berjalan dengan baik, maka saham pun akan mengikuti.” Pada akhirnya, Anda tetap harus memilih saham yang benar.

Multi-Strategy Approach

Our investing style combines value, growth and event-driven strategies, with a significant bias towards the first. We love buying into turnaround situations, undervalued and out-of-favour stocks once we identify the catalysts that could unlock the value of these stocks. This, we believe, is how we can obtain a powerful combination of re-rating and growth to generate above-average returns on investment.

We Are Fundamentalists

We do not subscribe to technical analysis apart from when they can help us time the entry and exit of a stock. Our stockpicking process is very much research and valuation driven, combined with rigorous top-down analysis. We avoid ideas that are speculative in nature, and we avoid companies whose management and controlling shareholders we do not trust.

Concentrate, Rather Than Diversify

We do not believe in over-diversification. In over 2 decades of investing experience, we’ve learned that you only need a few good ideas in a year to do well and outperform your peers. Typically, these few ideas contribute the lion’s share of your investment returns, so by correctly focusing on these ideas, you will leave the competition behind. Unless otherwise constrained by local regulations – as is the case with our conventional mutual fund products – we generally allocate approximately two-thirds of our investment portfolio in what we categorize as conviction ideas (typically about 4-5 stocks) and the balance in trading ideas (perhaps 5-15 stocks). Within our core holdings, we would actively trade 20-30% of the positions to enhance the portfolio’s performance.

Stockpicking – The Key to Superior Performance

One final word about our investment philosophy: investing isn’t rocket science. There is no single, clear-cut formula that can guarantee success in investing. You can apply scientific and hedging techniques to limit your downside risks. You can apply leverage and increase portfolio concentration to boost returns. But in the end, it all comes down to the fundamentals. As Warren Buffet says, “If a business does well, the stock eventually follows.” In the end, you still have to pick the right stock.

For more information, visit :

Indonesia bukanlah tempat Anda dapat berbincang-bincang dengan seseorang di jalan mengenai saham dan reksa dana. Bursa saham Indonesia baru mulai aktif pada akhir tahun 80-an, sedangkan reksa dana baru pertama kali terdengar pada pertengah tahun 90-an.

Industri reksa dana Indonesia pernah tumbuh pesat antara tahun 2002 dan 2004, tapi kembali ke titik paling awal pada akhir tahun 2005 karena para investor berbondong-bondong menarik investasi mereka yang disebabkan oleh kenaikan tajam suku bunga.

Di sinilah tempat para investor—baik perseorangan maupun institusi—umumnya masih berorientasi jangka pendek. Di sinilah tempat reksa dana pendapatan tetap sebagian besar dijual oleh bank-bank komersil dengan konsep yang mirip deposito. Di sinilah tempat para investor ingin mendapatkan keuntungan besar tanpa mau menerima risiko lebih tinggi. Dan di sinilah tempat  para orang kaya merasa lebih nyaman menyimpan uang mereka di luar negeri.

Namun, Indonesia juga tempat di mana total aset reksa dana hanya berkisar 5% dari total tabungan dan deposito di sektor perbankan lokal. Dan di negera kita ini, dengan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta jiwa, tentu saja terdapat potensi untuk menjadi India bahkan Cina selanjutnya dari segi perkembangan ekonomi…apabila dikelola dengan baik.

Karena itu, potensi pertumbuhan Industri pengelolaan dana di Indonesia begitu besar. Pertanyaannya adalah, tentu saja, bagaimana cara membuka potensi tersebut mengingat tantangan budaya sebagian besar masyarakat yang kurang mengerti investasi pasar modal. Di sinilah kami masuk.

Syailendra Capital bukanlah perusahaan pengelola dana pada umumnya. Terinspirasi oleh kebangkitan budaya yang dibawa Dinasti Syailendra pada abad ke-8, kami bercita-cita secara perlahan mengubah wajah industri pengelolaan dana melalui kreativitas dan inovasi. Kami bercita-cita mendidik para inverstor bagaimana cara menghadapi risiko dengan cerdas, dan untuk memperpanjang horizon investasi mereka sehingga mendapatkan keuntungan optimal. Akhirnya, kami bercita-cita memberikan solusi yang unik dan bernilai tambah terhadap kebutuhan investasi klien kami yang semakin kompleks.

Untuk mencapai tujuan ini, kami harus memiliki tenaga-tenaga profesional terbaik di industri pengelolaan dana. Namun, keahlian terbaik tidak akan cukup untuk kami, tanpa kemampuan mereka untuk berbagai visi dan semangat yang sama. Ini karena kami ingin menciptakan keluarga besar di kantor sederhana kami. Ini karena kami tidak berambisi untuk menjadi yang terbesar, melainkan yang terbaik. Inilah budaya Syailendra Capital.

Jos Parengkuan – Presiden Komisaris

 

For more information, visit :

DEWAN KOMISARIS

Jos Parengkuan Presiden Komisaris

Jos Parengkuan adalah pendiri perusahaan dan diangkat sebagai presiden komisaris sejak September 2016. Sebelumnya menjabat sebagai presiden direktur perusahaan (2006 – September 2016). Ia telah  berpengalaman selama  27 tahun di pasar modal, yang meliputi penelitian ekuitas, investasi perbankan dan pengelolaan dana. Setelah lulus dari City University Business School di london, Jos memulai karirnya di Citibank Jakarta sebelum bergabung Lippo Securities sebagai analis riset. Ia kemudian bergabung dengan Danareksa, perusahaan perbankan investasi terkemuka di Indonesia pada tahun 1999, dan membentuk Wealth Manajemen Division  untuk perusahan tersebut pada pertengahan tahun 2003.

Roy Himawan Komisaris

Roy Himawan merupakan salah satu pendiri perusahaan dan diangkat sebagai komisaris sejak September 2016. Sebelumnya menjabat sebagai  direktur perusahaan (2006 – September 2016). Ia memiliki 21 tahun pengalaman di pasar modal, terutama di penjualan ritel equity. Dia memulai karirnya pada tahun 1995 di Lippo Securities, setelah itu bergabung dengan Trimegah Securities, salah satu broker terbaik di Indonesia, di mana ia juga  berhasil mengepalai tim besar sales equity selama 6 tahun.

David Tanuri Komisaris

David Tanuri memiliki lebih dari 23 tahun pengalaman di pasar modal dan manajer investasi. LulusanTeknik Sipil dari Universitas Trisakti, Indonesia. David memulai karirnya dengan PT Trimegah Securities sebelum bergabung di Syailendra.

DEWAN DIREKSI

Fajar R Hidajat, CEO

Fajar R. Hidajat bergabung pada bulan Agustus 2016 dan ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) dari SYAILENDRA pada bulan September, Ia memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di pasar modal (10 tahun di pialang saham & 11 tahun di industri asset manajemen). Posisi sebelumnya meliputi: Chief Executive Officer (CEO) PT CIMB Principal Asset Management (2014 – Juni 2016), Chief Investment Officer (CIO) dari PT CIMB Principal Asset Management (2012-2013), Direktur Investasi di Trimegah Asset Management(2010-2012), Manajer Portofolio & Kepala Asset Management di Trimegah Securities (2005-2010) dan Kepala Riset Trimegah Securities (2000-2005).

Gunanta Afrima, COO

Gunanta Afrima bergabung dengan perusahaan pada bulan Agustus 2016 dan ditunjuk sebagai Chief Operating Officer perusahaan pada bulan September. Dia memiliki lebih dari 19 tahun pengalaman di pasar modal (9 tahun di pendapatan tetap dan 10 tahun di industri asset manajemen). Posisi sebelumnya meliputi: Chief Operating Officer di PT CIMB Principal Asset Management (Operasional, Keuangan dan Produk) – (2012-Juni 2016). Sebelumnya ia menjabat sebagai Komisaris PT Insight Investments Manajemen dan Direktur di perusahaan yang sama.

Cholis Baidowi, CIO

Cholis Baidowi bergabung dengan perusahaan pada bulan Agustus 2016 dan ditunjuk sebagai Chief Investment Officer perusahaan pada bulan September. Dia memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman di pasar modal (7 tahun di pialang saham & 14 tahun di industri aset manajemen). Posisi sebelumnya meliputi: Chief Investment Officer (CIO) dari PT CIMB Principal Asset Management (2013 – Juni 2016), Chief Investment Officer (CIO) di Trimegah Asset Management (2010-2013), Kepala investasi ekuitas di Trimegah Securities ( 2003-2010) dan analis investasi pada Trimegah Securities dan Bahana Securities.

Harnugama, CMO

Harnugama bergabung dengan perusahaan pada tahun 2015, Ia saat ini adalah Chief Marketing Officer (CMO) SYAILENDRA Capital. Dia memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di pasar keuangan dan modal. Lulus dari Universitas Padjajaran, ia memutuskan untuk memulai karier di Bank Indonesia. Setelah 4 tahun, ia bergabung dengan Bank PDFCI, dan 3 tahun kemudian ia pindah ke Bank Danamon. Gama berada di sana selama 7 tahun sebelum melanjutkan karirnya di Danareksa Persero selama 8 tahun, dengan jabatan terakhir sebagai Senior VP.

For more information, visit :

2015

Syailendra Fixed Income Fund Category : Best Fixed Income Fund

2014

Syailendra lndo Balanced Fund, Best Mutual Fund Category : Reksa Dana Campuran Tipe Moderat Periode 1 Tahun

2013

Syailendra Equity Opportunity Fund, Best Mutual Fund Category : Equity Fund 1 Year Performance Majalah Investor KONTAN Edisi Khusus February 2013

2012

PT Syailendra Capital Most Favorite Fund, Majalah Investor

Syailendra Equity Opportunity Fund 5 Star Rating Morningstar 5 Star Rating Infovesta

Syailendra Equity Opportunity Fund 5 Star Rating Morningstar 4+ Rating Infovesta

For more information, visit :