52 Reksa Dana Terbaik Raih Penghargaan

media-image

JAKARTA, investor.id – Meski melewati tahun penuh tantangan, sejumlah produk reksa dana mampu memberikan imbal hasil yang cukup memadai. Kejelian Manajer Investasi (MI) dalam strategi penempatan dana ikut menentukan keberhasilan produk-produk ini memberikan imbal hasil memadai dengan risiko yang terukur.

Itulah sebabnya, 52 produk reksa dana dengan performa mumpuni ini layak memperoleh penghargaan “Be st Mutual Fund 2021” berdasarkan hasil pemeringkatan Majalah Investor & Infovesta Utama.

Tahun ini, 52 penghargaan diberikan kepada 23 perusahaan Manajer Investasi (MI). Sebanyak 13 penghargaan diberikan untuk reksa dana saham, 9 penghargaan untuk reksa dana campuran, 15 penghargaan untuk reksa dana pendapatan tetap berdenominasi rupiah, 3 reksa dana pendapatan tetap dolar, 7 reksa dana pasar uang, dan 2 reksa dana indeks & ETF pasif.

“Di tengah tantangan yang begitu besar di pasar keuangan dunia maupun Indonesia, ada 23 Manajer Investasi mampu mengantarkan 52 produk reksa dana yang dikelola meraih prestasi pada momen penghargaan reksa dana terbaik ke-20 ini. Apresiasi harus kita berikan kepada para MI yang mampu mengelola produk pada periode penuh tantangan ini hingga memberikan return optimal bagi para pemegang unit reksa dana,” ujar Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings, Primus Dorimulu, pada pemberian penghargaan secara virtual, Selasa (30/3/2021). 

Para MI memperkirakan tahun 2021 industri reksa dana berpeluang tumbuh sekitar 10% setelah melewati tahun penuh tantangan selama 2019-2020. Peluang itu bisa dicapai dengan asumsi inflasi dan suku bunga rendah tetap dijaga dan pasar modal kembali bullish.

Salah satu tantangan industri reksa dana sejak tahun 2020 dan berlanjut hingga saat ini adalah pandemi Covid-19. Imbasnya, ekonomi Indonesia tahun 2020 tumbuh minus 2,07 % dan indeks harga saham gabungan pada penuutupan akhir tahun 2020 turun 5,09% ke posisi 5.979,07.

Reksa dana yang meraih penghargaan, selain memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan, juga teruji dari sisi ketepatan strategi dan fleksibilitas pengelolaan sebagaimana diterapkan para MI. 25 Manager Investasi dengan NAB terbesar Kepiawaian pengelolaan dana direspons positif oleh investor sebagai pemegang unit. Seperti tahun lalu, penilaian menggunakan bobot yang sama yaitu 70% untuk aspek kinerja dan 30% untuk aspek pertumbuhan Unit Penyertaan (UP). Berdasarkan berbagaipertimbangan tersebut, tampil 52 produk reksa dana dari MI meraih predikat terbaik.

PT Sucorinvest Asset Management memborong 7 penghargaan, disusul oleh PT Syailendra Capital yang mendapat 5 penghargaan. Sedangkan PT Schroder Investment Management Indonesia dan PT Bahana TCW Investment Management masing-masing meraih 4 penghargaan. PT BNI Asset Management, PT Danareksa Investment Management, PT Samuel Aset Manajemen, dan PT Setiabudi Investment Management berhak atas 3 penghargaan.

Selanjutnya, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT Ciptadana Asset Management, PT Equity Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Investment Management, dan PT Mandiri Manajemen Investasi masing-masing mendapat dua penghargaan. MI lainnya yang juga mendapat penghargaan adalah PT Danakita Investama, PT Eastpring Investment Indonesia, PT Henan Putihrai Asset Management, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT Pacific Capital Investment, PT Panin Asset Management, PT Principal Asset Management dan PT Shinhan Asset Management Indonesia .

Beberapa nama baru yang selama ini belum mencetak prestasi, justru mampu tampil pada periode penuh tantangan ini, misalnya PT FWD Asset Management dan PT Post Asset Management Indonesia.

Kategori Penilaian

Untuk ikut diperingkat, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi produk reksa dana. Reksa dana yang diperingkat minimal berusia dua tahun per 30 Desember 2020. Kategori produknya meliputi reksa dana jenis saham, campuran, pendapatan tetap, pasar uang, indeks, atau ETF (Exchange Traded Fund). Reksa dana tersebut juga harus dalam denominasi rupiah, dengan pengecualian untuk reksa dana pendapatan tetap. Bukan reksa dana syariah. Tidak membagikan dividen. Minimal memiliki dana kelolaan sebesar Rp 10 miliar per 30 Desember 2020.

Tahun ini, produk reksa dana yang memenuhi kriteria pemeringkatan mencapai 630 reksa dana dari data akhir 2020 sebanyak 1.096 produk reksa dana. Seluruh reksa dana tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap denominasi rupiah, pendapatan tetap denominasi US Dollar, dan reksa dana pasar uang. Reksa dana indeks dan ETF dikelompokkan dalam kategori saham atau pendapatan tetap sesuai dengan alokasi portofolio dominannya. Reksa dana Indeks dan ETF pasif dimasukkan pada kelompok tersendiri. Periode penilaian, terdiri atas 4 kategori, yaitu satu tahun, 3 tahun, 5 tahun, serta 10 dan 15 tahun khusus untuk jenis reksa dana saham.

Untuk kelas AUM, terdiri atas 4 kategori, yaitu Rp 10 miliar – Rp 100 miliar, Rp 100 miliar – Rp 500 miliar, Rp 500 miliar – Rp 1 triliun, serta di atas Rp 1 triliun. AUM dilihat berdasarkan posisi per akhir Desember 2020.

Apabila dalam satu kelompok terdapat kurang dari 5 reksa dana, maka akan digabungkan ke kelompok di atas atau di bawahnya. Kategori ini tidak berlaku bagi reksa dana jenis pendapatan tetap berdenominasi USD dan reksa dana jenis campuran. Profil risiko (khusus untuk reksa dana jenis campuran), terdiri atas 3 kategori dibagi berdasarkan rata-rata bulanan alokasi portofolio pada saham selama periode penilaian, yaitu, agresif, dengan rata-rata > 60%. Moderat, dengan rata-rata 41 – 60%. Konservatif, dengan rata-rata < 41%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id) Sumber : Investor Daily

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul "52 Reksa Dana Terbaik Raih Penghargaan"

Source : http://brt.st/78ul