Hati-hati Investasi Bodong! Begini Cara Cek Keasliannya

media-image

 

Did you know? Hanya 0.4% penduduk Indonesia yang telah memiliki investasi baik di pasar modal maupun reksa dana. Padahal, berinvestasi itu penting untuk melawan inflasi sekaligus meningkatkan kondisi finansial dibandingkan dengan hanya menabung di bank. Banyaknya investasi abal-abal atau bodong menjadi salah satu alasan enggannya masyarakat awam untuk berinvestasi.

Begitu pula ketika mendengar kata reksadana. Ada serentetan pertanyaan yang muncul di kepala yang menciutkan minat berinvestasi kita. Apakah uang kita aman? Apa benar dengan modal Rp100.000 bisa dapat untung? Reksadana yang dibeli online itu legal atau tidak?

Nah, kita memang harus kritis sebelum kita memutuskan untuk menanamkan uang di sebuah produk investasi. Langkah yang paling aman adalah dengan memilih produk yang resmi, yaitu yang diawasi oleh otoritas atau pemerintah, memiliki izin dan dapat dipertanggungjawabkan.

Cara paling sederhana untuk mengetahui investasi tersebut legal dan tidak legal adalah pada ada tidaknya tingkat keuntungan “pasti” yang dijanjikan. Semua investasi yang legal tidak dapat menjanjikan tingkat keuntungan yang pasti kecuali telah disebutkan dalam prospektus. Jadi jika ada produk yang menawarkan janji tingkat keuntungan sangat tinggi dan dirasa kurang masuk sebaiknya kamu hindari.

Kemudian, investasi resmi pasti memiliki pengawasan. Dalam hal ini, reksadana diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas mengawasi pelaku dan melindungi masyarakat sebagai konsumen. Untungya, OJK memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk dapatmengecek investasi resmi melalui nomor telepon khusus (hotline) atau website.

Untuk mengecek suatu reksadana legal atau tidak, ada tiga aspek yang harus dipenuhi yaitu:

1. Legalitas Manajer Investasi

Perusahaan manajer investasi yang kredibel sebagai pengelola reksadana harus mendapatkan izin dari OJK. Sebelum memutuskan berinvestasi, ada baiknya kamu mengecek daftar manajer investasi resmi di OJK melalui link

Di halaman tersebut kamu akan mendapatkan informasi rinci dari perusahaan termasuk status kepemilikan, alamat, izin yang dimiliki dan kontak perusahaan (kantor).

2. Produk Reksadana Terdaftar

Tidak hanya perusahaannya, tapi perhatikan juga apakah produk reksadananya telah terdaftar di dalam situs OJK. Informasi di situs OJK mencakup manajer investasi yang mengelola, jenis reksadana, dan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana.

3. Lisensi Agen Penjual (Perusahaan)

Reksadana tidak hanya dipasarkan langsung oleh manajer investasi, tetapi bisa juga melalui pihak ketiga, atau yang disebut dengan agen penjual. Agen penjual reksadana yang resmi juga harus mendapatkan izin atau lisensi dari OJK. Saat ini, agen penjual reksadana masih banyak didominasi oleh bank. Namun, ada juga agen penjual reksadana berupa perusahaan khusus seperti Bareksa menawarkan reksadana secara resmi.

Jadi, untuk memastikan legalitas suatu reksadana yang dibeli dari manajer investasi, produk itu harus memenuhi poin 1 dan 2. Sementara itu, reksadana yang dijual melalui agen penjual harus memenuhi poin 1,2 dan 3 di atas. Nah, sudah paham kan bagaimana memilih investasi yang lebih aman?

Disadur dari: Bareksa.com