Bank Indonesia Delivers 2nd Rate Cut to 5.50% - What's Next?

media-image

Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Keputusan ini merupakan pemangkasan kedua di tahun 2025, setelah sebelumnya BI menurunkan BI Rate dari 6,00% ke 5,75% pada Januari lalu. Kali ini, BI menempuh langkah pelonggaran moneter di tengah sinyal perlambatan pertumbuhan domestik serta meredanya tekanan eksternal.

Apa Alasan BI Memangkas Suku Bunga?

Satu kata: Growth.

Bank Indonesia mengedepankan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai alasan utama di balik kebijakan ini. Beberapa faktor yang mendasari:
- Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi turun ke kisaran 4,6% – 5,4% (sebelumnya 4,7% – 5,5%).
- Kredit perbankan mengalami perlambatan, hanya tumbuh 8,8% YoY per April 2025 (turun dari 9,2% di Maret).
- Likuiditas perbankan relatif mengetat, dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya 5,51%.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan domestik masih belum pulih sepenuhnya, dan kebijakan moneter yang lebih longgar diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Kondisi Eksternal yang Mendukung

Kebijakan ini juga ditopang oleh meredanya risiko global dan stabilitas nilai tukar, antara lain:
- Rupiah menguat +2,8% sejak awal April dan +1,7% YTD, memberi ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga tanpa mengganggu stabilitas nilai tukar.
AD_4nXdxvlca2gOO7gptytV6rnxId-J2s6VXzIBihfhYyN9qdo1CkT1KRWz_kcpMAQlYaJG_zZfPBoiYd8ZZ2P570KWux83-X3J4sHSVVNXklHG_WTW2R-1PVC52QuHof70tDOHj9VLa?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

- Aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia, tercermin dari net buy di pasar saham dan SBN.
AD_4nXe-_xxO4cDXs3HiwYndwW03AsaB62MH56fYOreLjugiwiviPJADJn1w9y0nExhGTZ49dSAJxYlw8YPqwVeZ6Oq3-CuIkQh46o7vwjbFwIOGPQZYRsetxKC2RXsZXYApkR-N9iUmBA?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

- Yield SRBI tenor pendek menurun, menandakan tekanan likuiditas yang lebih terkelola.
- Ekspektasi penurunan Fed Rate di 2H25 meningkat, meredakan tekanan eksternal terhadap emerging markets.

Apa Implikasinya bagi Investor dan Pasar?

- Untuk investor obligasi: Penurunan suku bunga biasanya berdampak positif terhadap harga obligasi.
- Untuk pasar saham: Suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong valuasi dan aktivitas ekonomi—berpotensi menjadi katalis positif.
- Untuk konsumen dan dunia usaha: Cost of borrowing yang lebih rendah dapat mendorong konsumsi dan investasi swasta.

Apa Selanjutnya?

Bank Indonesia menyampaikan bahwa kebijakan suku bunga tetap akan ditempuh secara hati-hati, mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan inflasi. Konsensus analis memperkirakan masih ada ruang untuk pemangkasan lanjutan, dengan proyeksi BI Rate dapat turun lagi ke 5,25% di semester kedua 2025, jika kondisi eksternal mendukung.