Pandemi COVID-19 kepada kita adalah keadaan darurat dapat menyerang kapan saja dan kamu tidak dapat melakukan apa-apa selain bersiap-siap. Keadaan darurat seperti pandemi, bencana alam, gempa bumi, banjir, kondisi kesehatan yang tidak baik, pemotongan gaji, hingga PHK mungkin terjadi di luar kendali.
Untuk siap dengan semua hal tersebut, kamu harus mulai mengumpulkan dana darurat dari sekarang. Lalu, bagaimana cara mengumpulkannya? Simak cara mulai memiliki dana darurat sekaligus besaran yang perlu disiapkan di bawah ini!
Apa itu dana darurat?
Dana darurat adalah dana yang akan membantu kamu dalam pemenuhan kebutuhan di keadaan yang sangat genting. Dengan adanya dana tersebut, kamu tidak perlu melakukan pinjaman, menggunakan kartu kredit, atau bahkan menjual, dan menggadaikan aset yang kamu miliki.
Untuk dana darurat, kamu mungkin perlu memperhitungkan seberapa besar pengeluaran primer kamu, seperti biaya kesehatan, sewa, cicilan, pinjaman, biaya sekolah, asuransi, makanan, dan apa pun yang kamu rasa penting.
Kumpulan uang ini berbeda dengan tabungan dan sifatnya bukan investasi. Namun, kamu bisa menggunakan instrumen investasi untuk menyimpan dana darurat. Pastikan hanya memilih investasi dengan risiko rendah untuk kebutuhan ini.
Cara menghitung dana darurat
Saat memutuskan berapa banyak yang harus ditabung untuk dana darurat, ada beberapa cara yang sering direkomendasikan oleh para ahli keuangan. Kamu mungkin pernah mendengar bahwa menabung untuk dana darurat dapat dilakukan secara perlahan-lahan, misalkan dimulai dengan Rp1 juta per bulan.
Kemudian kamu dapat melakukannya secara rutin dan menghemat biaya hidup selama tiga hingga enam bulan atau lebih tergantung kebutuhan. Namun, pandemi Covid-19 telah memperlihatkan bahwa memiliki tabungan darurat senilai enam bulan saja mungkin tidak cukup. Terlebih lagi jika kamu mengalami penurunan pendapatan berkepanjangan.
Saat memutuskan berapa banyak uang yang harus ditabung untuk dana darurat, perhatikanlah hal-hal berikut:
jumlah tanggungan kamu;
jumlah orang dalam keluarga yang memiliki pendapatan;
minimal nominal yang dibutuhkan untuk menutupi pengeluaran bulanan; dan
stabilitas berbagai sumber penghasilan kamu.
Perhitungan dana darurat kamu harus realistis. Pastikan kamu mampu untuk menabung dan menyisihkan uang pegangan untuk memenuhi kebutuhan primer.
Misalnya, alih-alih mengikuti aturan menabung di waktu tiga hingga enam bulan, kamu dapat menargetkan sembilan hingga 12 bulan. Kamu dapat menyimpan sejumlah uang dengan nominal tertentu, seperti Rp500 ribu atau Rp1 juta setiap bulannya, untuk setiap orang yang menjadi tanggungan kamu. Setelah memilih nominal untuk dana darurat, kamu perlu memilih tempat menyimpannya.
Mencari dana darurat dan di mana kamu dapat menyimpannya
Dalam keberlangsungan hidup, menyisihkan gaji untuk menabung adalah kegiatan yang hampir dilakukan oleh semua orang. Namun, daripada hanya mengandalkan sumber pendapatan kamu yang dapat hilang sewaktu-waktu, alokasikanlah dana darurat kamu ke dalam investasi.
Selain untuk menyimpan uang, investasi dapat berfungsi untuk mengelola kekayaan. Investasi juga dilakukan untuk melindungi aset kamu dari ancaman inflasi. Berikut beberapa opsi investasi yang dapat kamu lakukan:
1. Deposito
Suku bunga deposito ditetapkan dari awal sehingga investor sudah pasti akan mendapatkan untung. Namun, ini bukan berarti kamu harus mengabaikan ketentuannya. Sebelum kamu melakukan deposito ketahuilah syarat dan ketentuan yang berlaku. Mulai dari jangka waktu yang diberikan dan cara pencairan dana.
Karena kamu menggunakan deposito untuk dana darurat, perhatikanlah biaya pinalti saat uang diambil sebelum jatuh tempo. Pastikan tidak menyimpan semua dana darurat kamu dalam deposito, ya.
2. Reksa dana
Investasi reksa dana adalah pilihan tepat untuk kamu. Dalam reksa dana kamu cukup membeli paket-paket investasi yang disediakan oleh Manajer Investasi, yaitu Unit Penyertaan. Paket investasi ini berisi berbagai saham, obligasi, dan pasar uang yang sudah diperhitungkan pertumbuhan dan risikonya.
Hal-hal tersebut akan meminimalisir risiko salah beli dari para nasabah sehingga reksa dana mudah dilakukan oleh para pemula. Ada berbagai macam reksa dana, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana index, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Karena ditujukan untuk dana darurat, ada baiknya hanya memilih reksa dana dengan risiko rendah, seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana campuran.
Selain memperhatikan syarat dan ketentuan, sebelum melakukan deposito dan reksa dana ada baiknya kamu juga memperhatikan lembaga yang digunakan. Agar lebih aman dan terjamin, pastikan kamu memilihi lembaga yang aman dan sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kamu tidak dapat memprediksi kapan dan berapa lama keadaan darurat terjadi. Mulailah menabung, menambah pemasukan, dan memilih tempat yang ideal untuk menyimpan dana darurat adalah cara terbaik yang dapat kamu lakukan sekarang.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pilihan produk reksa dana Syailendra lainnya . Segera hubungi customer service kami di 021- 27939391 atau dapat download aplikasi YO! Inves di google Play Store atau App Store untuk kemudahan registrasi dan investasi sesuai dengan profil risiko serta goals investasi kamu.