Syailendra Capital Resmi Luncurkan Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia

media-image

PT Syailendra Capital resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8). Peluncuran ini menandai kehadiran salah satu ETF emas pertama di Indonesia sekaligus menjadi bagian dari momentum perayaan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Peluncuran XSGO ditandai dengan seremoni Opening Bell di Main Hall BEI. Kehadiran produk ini menjadi langkah Syailendra Capital dalam menghadirkan alternatif investasi emas yang lebih mudah diakses dengan menggabungkan karakteristik reksa dana dan mekanisme perdagangan ETF di bursa.

Bagi Syailendra Capital, peluncuran XSGO bukan sekadar menghadirkan produk investasi baru, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan. Melalui XSGO, Syailendra Capital ingin membantu masyarakat memahami fungsi dan peran emas dalam portofolio serta bagaimana memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi jangka panjang.

“Peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang,” ujar Fajar R. Hidayat, Presiden Direktur Syailendra Capital.

Menghadirkan akses baru terhadap investasi emas

Kehadiran XSGO menjadi bagian dari perkembangan investasi emas di Indonesia, dari kepemilikan emas fisik, emas digital, hingga kini emas yang dapat diakses melalui produk ETF dan diperdagangkan di bursa.

XSGO memberikan eksposur terhadap emas melalui Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai underlying. Emas tersebut disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Provider dan Gold Custody. Pegadaian juga menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO.

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia bertindak sebagai Dealer Partisipan dalam transaksi XSGO di pasar primer.

Dari sisi underlying, emas yang menjadi dasar XSGO memiliki standar kemurnian 99,5% LBMA atau 99,9% SNI. Struktur tersebut memberikan investor eksposur terhadap emas tanpa perlu menyimpan emas fisik secara langsung.

Dua cara untuk mengakses XSGO

XSGO dapat diakses melalui pasar primer maupun pasar sekunder.

Pada pasar primer, investor dapat melakukan transaksi melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku Dealer Partisipan. Minimum pembelian pertama setara dengan 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar dengan asumsi harga emas Rp3 juta per gram.

Sementara itu, pada pasar sekunder, XSGO dapat diperdagangkan melalui perusahaan efek atau broker selama jam perdagangan bursa, dengan minimum transaksi 1 lot atau 100 unit, sehingga dapat diakses dengan nilai transaksi yang relatif lebih terjangkau.

Mekanisme perdagangan tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan secara digital di bursa, dengan harga dan informasi produk yang tersedia secara transparan selama jam perdagangan.

Emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio

Kehadiran XSGO juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian investor terhadap emas sebagai salah satu aset untuk diversifikasi portofolio.

Berdasarkan data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatatkan pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014–2025. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar, termasuk ketika terjadi Global Financial Crisis pada 2008 dan pandemi COVID-19.

“ETF sebenarnya bukan instrumen baru di pasar modal Indonesia. Sejumlah ETF sektoral telah tersedia dan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Namun, penetrasi ETF di kalangan investor ritel masih belum terlalu besar. Karena underlying-nya sederhana, yaitu emas, kami melihat masih terdapat ruang untuk memperkenalkan mekanisme ETF kepada investor ritel melalui edukasi,” kata Fajar.

Syailendra Capital menargetkan AUM XSGO sebesar Rp100 miliar hingga Rp200 miliar pada tahun pertama. Target tersebut sejalan dengan peluang pertumbuhan ETF emas dan potensi minat dari investor institusi maupun ritel.

XSGO, cara praktis berinvestasi emas

XSGO menawarkan eksposur terhadap emas melalui Electronic Gold Receipt (EGR) dengan standar kemurnian 99,5% LBMA atau 99,9% SNI, tanpa perlu menyimpan emas fisik. Diperdagangkan secara digital di bursa, XSGO memberikan akses yang transparan dan likuid, serta dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio jangka panjang.

Peluncuran XSGO turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dari pemerintah, regulator, dan infrastruktur pasar modal, di antaranya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI; Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan RI; Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK; Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK; Pandu Sjahrir, CIO Danantara; serta Samsul Hidayat, Direktur Utama KSEI.

Melalui peluncuran Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO), Syailendra Capital melanjutkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi investasi yang relevan bagi investor sekaligus memperluas pilihan dalam membangun portofolio yang terdiversifikasi.

Same gold. New possibilities.