Selama puluhan tahun, investor global memegang satu keyakinan kuat: obligasi pemerintah AS adalah aset paling aman di dunia. Tapi 2025 memberi kita cerita yang berbeda.
Ketika Safe Haven Tak Lagi Aman
Sepanjang tahun ini, pasar dikejutkan oleh sejumlah fakta:
Kondisi ini mencerminkan satu hal: kepercayaan terhadap AS mulai goyah. Dan di saat yang sama, negara-negara Asia dengan fundamental kuat dan potensi yield menarik menjadi destinasi baru.
The Great Rebalancing Has Begun
Ketika pasar obligasi AS melemah, Emerging Market mulai menarik perhatian. Negara-negara Asia dengan fundamental kuat dan potensi yield menarik menjadi destinasi baru.
Inilah yang disebut banyak analis sebagai “The Great Rebalancing”, alias pergeseran aliran modal dari West to East.
Meanwhile in Indonesia…
Berbanding terbalik, pasar obligasi Indonesia menunjukkan kekuatan baru:
- ID10Y justru turun, mencerminkan permintaan tinggi
- Rupiah terapresiasi seiring melemahnya USD
- Dan yang paling menarik: real yield Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia
Kombinasi ini menjadikan obligasi Indonesia bukan hanya aman, tapi juga menarik dari sisi return.
Inflow Terus Mengalir ke Obligasi
Ketika pasar saham global masih volatil, pasar obligasi Indonesia terus mencatatkan inflow.
Dana asing mulai masuk secara bertahap sejak 2024, dan tren ini berlanjut sepanjang 2025. Bahkan ketika terjadi outflow di pasar saham, pasar obligasi tetap konsisten menarik minat investor.
What Should Investors Do Now?
Di tengah dinamika global ini, portofolio berbasis obligasi menjadi opsi yang lebih rasional untuk menjaga stabilitas sekaligus memaksimalkan potensi return.
Untuk itu, Syailendra Capital menawarkan dua pilihan produk yang dapat menyesuaikan strategi berdasarkan durasi dan tipe aset:
Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF)
Dirancang bagi investor yang mengutamakan prinsip syariah dan kestabilan portofolio.
- Fokus ke sukuk korporasi berdurasi pendek (1–3 tahun) dan sukuk pemerintah tenor pendek-menengah
- Memilih sukuk dengan rating minimal single A
- Alokasi maksimal 20% per holdings untuk hasil optimal
Syailendra Fixed Income Fund (SFIF)
Dirancang untuk tetap tangguh dan agresif menangkap peluang dari potensi penurunan BI rate.
- Didominasi oleh obligasi pemerintah berdurasi panjang (>5 tahun)
- Sisanya dialokasikan ke obligasi korporasi pendek & kas untuk likuiditas
Final Thought: Don’t Just Follow the Flow. Read the Shift.