Syailendra’s Market Insight - The Great Rebalancing : From West to East

media-image

Selama puluhan tahun, investor global memegang satu keyakinan kuat: obligasi pemerintah AS adalah aset paling aman di dunia. Tapi 2025 memberi kita cerita yang berbeda.

Ketika Safe Haven Tak Lagi Aman

Sepanjang tahun ini, pasar dikejutkan oleh sejumlah fakta:

AD_4nXfUhxmGn5XTAAwwc93hwmomaRIk0ngowz6EX-l1zkfbLPjKdXpPF8sLvvON0NTMAQvTezGe17LyAnUHYHG46u6n-ykxTrDB0akMFwCiMej2c-mfIPCnlmHnmGWSlXUzXyyDxOuP?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

AD_4nXdSShmTFwHhG271TcFawLSHcwMGudZbpdCe-cTTJwQGZOggFG6K4Tvz3MBBYAAMGAhaczoUMm8SQMesJsdSq6jGOGJ5AVlP_XOh_kuKb79lelafvU27YtgyVSAt8y7F2CNfD0s1?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Kondisi ini mencerminkan satu hal: kepercayaan terhadap AS mulai goyah. Dan di saat yang sama, negara-negara Asia dengan fundamental kuat dan potensi yield menarik menjadi destinasi baru.

The Great Rebalancing Has Begun

Ketika pasar obligasi AS melemah, Emerging Market mulai menarik perhatian. Negara-negara Asia dengan fundamental kuat dan potensi yield menarik menjadi destinasi baru.

AD_4nXevGp5EYYuIw3NUoC6z6A-8zvmpXWtW66bh-QM7OgMeGCe2IimpsNK68eY-FgxeGGatxLDObRccYLvdBl4yR2hAXlXlF4KPmXfx2agJCpBswr9P0XwC4X4lWN349HNJaGysUOS_QA?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Inilah yang disebut banyak analis sebagai “The Great Rebalancing”, alias pergeseran aliran modal dari West to East.

Meanwhile in Indonesia…

Berbanding terbalik, pasar obligasi Indonesia menunjukkan kekuatan baru:

- ID10Y justru turun, mencerminkan permintaan tinggi
- Rupiah terapresiasi seiring melemahnya USD
- Dan yang paling menarik: real yield Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia

AD_4nXdIz9Eq5geO6lKVTi5Z2MXSWP_jvhVslBWHAYgO-4ABre4cFPG5tbHtnYj0lYUVuJ3DK1vh2EZT5wZueAvgthQX0ClBqdfEVYx36QFxL8_d-UxQRsf1a7uuqx3oII6dyQI7vSXVAw?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Kombinasi ini menjadikan obligasi Indonesia bukan hanya aman, tapi juga menarik dari sisi return.

Inflow Terus Mengalir ke Obligasi

Ketika pasar saham global masih volatil, pasar obligasi Indonesia terus mencatatkan inflow.

AD_4nXcssoybyNdaQXNJkd5mBZjgnNNUgKbsB8r1yAPd5OZJPgWPo0LFqXKsU2r8lqJ6QF8XqZLUMKgy_2G_qJ2cGi1BWS3TkTlkSMN3agTfTEOsBClaC_UWdxnW69RMF8m9TthTKs2unQ?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Dana asing mulai masuk secara bertahap sejak 2024, dan tren ini berlanjut sepanjang 2025. Bahkan ketika terjadi outflow di pasar saham, pasar obligasi tetap konsisten menarik minat investor.

What Should Investors Do Now?

Di tengah dinamika global ini, portofolio berbasis obligasi menjadi opsi yang lebih rasional untuk menjaga stabilitas sekaligus memaksimalkan potensi return.
Untuk itu, Syailendra Capital menawarkan dua pilihan produk yang dapat menyesuaikan strategi berdasarkan durasi dan tipe aset:

Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF)

AD_4nXeqyjt4AtTiiEW8cA2Zt08xlLNUtStnNqZ4u2TEj6MBSrSQDWoGOJMSVVxUyNA5cWyYz4uz959Ln47eknCCbKAvt-m-wi99xkIIduCOP2RrDnqoHyg6RgXKpTEO0kgXX8da6JXjPQ?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Dirancang bagi investor yang mengutamakan prinsip syariah dan kestabilan portofolio.

- Fokus ke sukuk korporasi berdurasi pendek (1–3 tahun) dan sukuk pemerintah tenor pendek-menengah
- Memilih sukuk dengan rating minimal single A
- Alokasi maksimal 20% per holdings untuk hasil optimal

Syailendra Fixed Income Fund (SFIF)

AD_4nXelrLMPFXZjVmtmmRBj4LjfzdAwB6cmgjvJkuVrc5KKOB0-d3BvCJTVAzx4xPHL0d5SN9BujYkuPMy9GRMXxIbhuUIyNx0nLsiHW0DBdtPRUbqYEsMdzfEXM-EI7xvn8w6x4HZJkQ?key=R00I3NA98Dk4PYJG2NqmlSB_

Dirancang untuk tetap tangguh dan agresif menangkap peluang dari potensi penurunan BI rate.

- Didominasi oleh obligasi pemerintah berdurasi panjang (>5 tahun)
- Sisanya dialokasikan ke obligasi korporasi pendek & kas untuk likuiditas

Final Thought: Don’t Just Follow the Flow. Read the Shift.