Bagaimana cara memilih reksa dana?

Bagi investor pemula, pasti memiliki kebingungan dalam memilih reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan. Dari mulai memilih Manajemen Investasi yang jumlahnya puluhan, lalu memilih jenis reksa dana, sampai menentukan apakah sebaiknya reksa dana konvensional Syariah.

Langkah praktis yang terpikir tentunya memilih untuk sortir dari persentase tertinggi, bukan? Namun, apakah ini bijak? Kami paparkan semua di bawah ini

Tentukan dulu profil risiko kamu

Setiap investor tentu memiliki kemampuan yang beda-beda, dengan kepribadian yang berbeda-beda. Karena finansial merupakan salahsatu faktor yang mempengaruhi well-being kita, sangat disarankan untuk memastikan dulu profil risiko kamu. Kamu bisa mengikuti tes sederhana yang kami berikan di http://dev.syailendracapital.com/goals-planner.

Kenali berbagai jenis reksa dana yang ada dan rekomendasi peruntukkannya

Ya, tentu saja kita ingin memilih reksa dana dengan persentase keuntungan yang tinggi. Namun apakah hal tersebut sesuai dengan kebutuhan kita? Misalnya, reksa dana pasar uang cocok untuk mengamankan nilai sehingga bisa digunakan untuk emergency fund. Sementara reksa dana saham yang fluktuatif namun memberikan imbal hasil yang besar akan cukup efektif untuk tabungan. 

Pastikan kamu telah membaca Prospektus dan Fund Fact Sheet

Prospektus adalah informasi mendasar mengenai serba-serbi reksa dana dan Manajer Investasi yang mengelolanya. Isi prospektus adalah sebagai berikut:

  • Informasi mengenai manajer investasi: berisi penjelasan mengenai perusahaan manajer investasi yang akan mengelola dana Anda.
  • Informasi mengenai bank kustodian dan nomor rekening : berisi mengenai bank kustodian yang akan menyimpan uang Anda dan penjelasan mengenai nomor rekening.
  • Informasi mengenai biaya reksadana : penjelasan mengenai biaya-biaya yang ada dalam sebuah reksadana, misal pembelian (subscription fee), biaya penjualan (redemption fee), biaya pengalihan (switching fee), biaya autodebet (jika ada), biaya transfer dan lainnya.
  • Informasi mengenai jenis dan kebijakan investasi reksadana : penjelasan mengenai jenis reksadana dan kebijakan perusahaan manajemen investasi dalam mengelola dana nasabah.
  • Informasi mengenai risiko reksadana : penjelasan potensi risiko apa saja yang terdapat dalam investasi reksadana.
  • Informasi mengenai kewajiban dan hak investor : informasi terkait dengan hak serta kewajiban investor. Contoh investor berhak mendapatkan surat konfirmasi transaksi, laporan bulanan, informasi harga NAB/up dan lain sebagainya.

Sementara itu, Fund Fact Sheet (FFS) adalah lembar yang berisi performa dan keterangan singkat dari reksa dana tersebut. Di dalam FFS, ada:

  • Informasi jumlah dana kelolaan dan unit penyertaan. Anda dapat mengetahui Nilai Aktiva Bersih, Unit Penyertaan pada akhir bulan lalu. Biasanya fund fact sheet terlambat 1 bulan. Misal saat ini bulan Desember, maka fund fact sheet terbaru adalah fund fact sheet bulan November.
  • Informasi harga dan kinerja reksadana, yang ditunjukkan dalam satuan waktu 1 bulan, 3 bulan, year to date (dari awal tahun sampai hari ini), 1 tahun, 3 tahun dan sejak penerbitan (since inception).
  • Informasi pembanding kinerja atau performance benchmarking antara produk reksadana dengan suatu indeks. Contoh reksadana saham biasanya membandingkan kinerjanya dengan kinerja IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
  • Informasi portofolio reksadana, yang berisi mengenai alokasi aset dalam portofolio.
  • Informasi risiko, yang dinyatakan dalam analisis statistik antara lain seperti Standard Deviation dan Beta.

Di Fund Fact Sheet, akan terlihat grafik fluktuasi pertumbuhan reksa dana. Reksa dana yang memproyeksikan return tinggi pasti fluktuasi harganya cukup drastis dan membuat jantung berdegup kencang. Di sinilah keputusan kamu diuji, apakah skema grafik tersebut sesuai dengan profil risiko kamu atau tidak :)

Good luck!