Apa perbedaan investasi reksa dana saham dengan investasi saham?

Jika Anda tertarik dengan suatu perusahaan dan memutuskan untuk menanam modal pada perusahaan tersebut, maka Anda dikategorikan sebagai pemegang saham. Di Indonesia sendiri, pemodal dapat memperjualbelikan saham yang dimiliki di pasar saham.

Jika Anda ingin berinvestasi pada saham, Anda dapat melakukan investasi secara langsung dengan membeli saham suatu perusahaan di pasar saham dan mengelola portofolio saham Anda sendiri. Cara lain adalah melalui pembelian reksa dana saham. Mengenai perbedaan keduanya, mari simak penjelasan berikut.

Pengelolaan Portofolio

Setiap dana yang Anda tanam di saham atau di reksa dana saham tentu saja ditentukan oleh pihak yang bertanggung jawab untuk mengelolanya. Perbedaannya, jika Anda membeli saham secara langsung, maka Anda bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio Anda, dari mulai pemilihan, waktu membeli, dan waktu menjual. Jika Anda membeli reksa dana saham, pengelolaan portofolio Anda akan dikelola oleh manajer investasi dengan menggunakan bantuan tim analis yang berpengalaman.

Risiko

Ketika Anda memutuskan untuk mengelola portofolio Anda sendiri, maka Anda akan menanggung risiko investasi yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu, wawasan, dan kemampuan pribadi masing-masing terhadap dunia pasar modal.

Namun ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi pada reksa dana saham, maka portofolio Anda sepenuhnya akan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan terampil, sehingga dapat meminimalisir risiko investasi.

Investasi Minimal

Untuk Anda yang ingin berinvestasi saham, setiap pembelian suatu saham mengharuskan Anda untuk membeli minimal 1 lot (100 lembar saham). Dengan reksa dana, Anda bisa memulai berinvestasi dengan nominal minimal Rp50.000 karena manajer investasi akan mengumpulkan uang dari berbagai investor untuk digabungkan sehingga bisa membeli saham bersama-sama.

Pajak

Reksa dana tidak dikenakan pajak. Anda hanya cukup untuk melaporkan keuntungan yang Anda dapat dari reksa dana di dalam SPT Tahunan. Sementara saham akan dikenakan pajak sekitar 0,1% dari nilai penjualan saham. Jika Anda dapat dividen, maka Anda akan dikenakan pajak final sebesar 10%.

Kesimpulan

Anda sudah mengenal perbedaan antara saham dan reksa dana melalui artikel ini. Begitu juga dengan kelebihan serta kekurangannya. Namun yang perlu Anda ingat adalah keduanya sama-sama memiliki risiko masing-masing. Kepiawaian Anda atau manajer investasi yang Anda tunjuklah yang akan menentukan kinerja investasi Anda.