Bagaimana keuntungan dari reksa dana dihitung?

Tujuan dasar investasi adalah untuk meningkatkan jumlah asset. Semakin tinggi potensi penghasilan investasi, tentunya semakin baik. Oleh karena itu, tantangannya adalah bagaimana mengukur kinerja investasi secara benar, sehingga Anda dapat memahami potensi pendapatan yang sesungguhnya.

Investasi reksa dana adalah investasi yang membutuhkan pemahaman secara menyeluruh tentang bagaimana pendapatan dihitung. Ada dua jenis matriks pendapatan dalam reksa dana: Pendapatan Absolut dan Compounded Annual Growth Rate (CAGR).

Apa Itu Pendapatan Absolut?

Perhitungan absolut tidak mempertimbangkan periode atau masa investasi selama pendapatan tersebut diperoleh. Pendapatan absolut hanya mempertimbangkan jumlah investasi awal dan jumlah akhir investasi.

Pengembalian absolut dihitung sebagai berikut:

Pengembalian Absolut (%) = (Jumlah Akhir Investasi - Jumlah Investasi Awal) / Jumlah Investasi Awal * 100

Sebagai contoh, katakanlah seorang pemodal menginvestasikan Rp1.000.000,00 di masa lalu dan hari ini nilai investasi telah bernilai Rp. 1.200.000,00. Maka investasi ini menghasilkan pendapatan absolut sebanyak 20%.

Pengembalian Absolut (%) = (1.200.000–1.000.000) / 1.000.000 * 100 = 20%

Seorang pemodal dapat memperoleh penghasilan 20% ini dalam hitungan bulan atau dekade. Dengan demikian, sangat sulit untuk memutuskan hanya berdasarkan pengembalian absolut, apakah investasi itu baik atau tidak. Pengembalian absolut hanya memberi tahu berapa besar nilai investasi tumbuh, namun tidak memberikan gambaran tentang seberapa cepat mereka tumbuh.

Ketika mengevaluasi instrumen investasi dan potensi pendapatannya, kedua faktor, yaitu seberapa cepat dan seberapa besar pendapatan itu dihasilkan, merupakan hal yang penting. Pengembalian absolut hanya memperhitungkan seberapa besar pendapatan tanpa memberikan informasi tentang seberapa cepat pendapatan itu dapat dihasilkan.

Apa itu CAGR?

Tak hanya memperhitungkan seberapa besar pendapatan, CAGR juga memperhitungkan seberapa cepat pendapatan dihasilkan. Inilah perbedaan CAGR dengan pendapatan absolut.

CAGR dihitung sebagai berikut:

CAGR (%) = Pendapatan Absolut / Masa Investasi (tahun)

Misalnya, seorang pemodal memiliki dua opsi investasi. Pada opsi pertama, pemodal mendapatkan pendapatan absolut sebesar 10% selama 20 bulan. Pada opsi kedua pemodal memperoleh pendapatan absolut sebesar 5% selama 10 bulan. Sekarang, untuk menentukan opsi terbaik, pemodal akan menghitung CAGR dari kedua opsi tersebut.

Untuk opsi pertama: CAGR = 10% / 1,67 (didapat dari 20 bulan / 12 bulan sama dengan 1,67 tahun) = 5,98%

Untuk opsi kedua: 5% / 0,83 (10 bulan / 12 bulan sama dengan 0,83 tahun) = 6,02%

Sekarang, setelah kedua opsi tersebut dibandingkan, pemodal dapat melihat bahwa opsi kedua menghasilkan pengembalian yang lebih baik daripada opsi pertama. Terlepas dari kenyataan bahwa opsi kedua memiliki pengembalian absolut yang hanya setengah dari pengembalian absolut opsi pertama, opsi kedua lebih baik dalam menghasilkan investasi, maka dengan demikian, opsi kedua lebih menjanjikan. .

Saat memilih untuk berinvestasi di reksa dana, pemodal perlu mempertimbangkan dua faktor di atas. Mengetahui hal ini cukup penting sebab pendapatan absolut tidak mempertimbangkan periode waktu di mana pendapatan itu diterima. Periode investasi  sangat menentukan untuk mengetahui apakah suatu investasi baik atau tidak. Sederhananya, ini bukan hanya tentang pengembalian yang lebih tinggi, ini tentang pengembalian yang lebih cepat dan tinggi.