Mengapa Berinvestasi Jangka Panjang di Reksa Dana?

Sejak kecil, ajakan menabung untuk masa nanti kerap kita dengar. Namun alih-alih menabung, investasi menjadi langkah yang lebih efektif dalam mengoptimalkan aset yang ada. Tentunya tidak ada yang melarang kita investasi untuk jangka pendek atau jangka panjang. Namun dengan reksa dana memiliki keuntungan tersendiri jika dialokasikan untuk investasi jangak panjang.

Investasi jangka pendek sebaiknya dengan pada instrumen dengan risiko rendah

Misalnya, investasi dengan reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Contoh: Untuk reksa dana pasar uang bisa dilakukan dalam jangka waktu pendek misalnya hanya 1 tahun, karena sesuai karakteristik reksa dana tersebut dimana aset alokasinya 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito ataupun obligasi yang di bawah 1 tahun sehingga didapat dipastikan investasimu telah berkembang nilainya.

Investasi jangka panjang sebaiknya dengan reksa dana saham

Namun misalnya untuk reksa dana saham yang memiliki alokasi aset minimum 80% pada efek saham dan tingkat fluktuasi harganya tinggi sebaiknya digunakan untuk jangka panjang. Mengapa? 

Memaksimalkan efek compounding (bunga berbunga)

Banyak investor yang cenderung memilih investasi jangka panjang karena nyatanya manfaat efek compounding dapat memberikan hasil investasi yang maksimal seiring dengan berjalannya waktu. 

Meminimalisir potensi risiko

Investasi jangka pendek sebenarnya rentan terhadap risiko dari fluktuasi harga. Investasi jangka panjang akan meminimalisir risiko  ini.

Memenuhi kebutuhan jangka panjang

Beberapa kebutuhan jangka panjang seperti pensiun dan pendidikan anak dapat dipenuhi dengan imbal hasil investasi jangka panjang sebab hal ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan harus mulai ditabung dari jauh-jauh hari. Investasi di reksa dana membuat Anda menjadi lebih disiplin karena tabungan jangka panjang ini tidak tercampur dengan dana sehari-hari.